Fikiran Tengah Malam


Suami udah lagi bermain di alam mimpinya, Milo Moli udah pules bergelung di tempat favorit masing-masing, gue lagi main Homescapes sambil dengerin youtube-nya Sepulang Sekolah. Waktu videonya abis ada lagu jinglenya yang membawa gue ke perasaan yang dulu pernah ada. Peraaan penuh pengharapan ketika memulai sesuatu yang baru. Rasa yang asing, dunia yang luas dengan gue yang cuma numpang lewat di dalamnya, yang sedang berusaha memahami bagaimana dunia ini bekerja. Gue merasakan suatu pola, dimana ada rasa untuk ninggalin semua yang gue rau dan memulai semuanya yang baru di tempat yang baru dimana gue gatau apa-apa, harus meraba dan bertanya. 

Mungkin yang gue cari bukan tempat yang barunya, tapi gue mencari rasa untuk bisa memaklumi diri sendiri, mencari rasa untuk bisa memaafkan kekurangan dan kesalahan yang akan gue lakukan. Gue merasa kalau gue cuma seitik piyik, pendatang yang belum mengerti peraturan tertulis dan tidak tertulis, gue bisa lebih melemaskan pundak, bisa lebih tenang untuk melakukan hal di luar peraturan, tidak takut untuk ditegur karena ketidak tahuan gue.

Seperti menonton film, kalau dilihat bagian highlightnya dimana terpampang jelas masalah yang terjadi, penyebab dan solusinya, semua kelihatan menyenangkan, tetapi jika dijalani sendiri, masalah itu tidak cuma satu, tidak berjalan linear, dan biasanya saling tumpang tindih. Kebebasan yang dirasakan di awal, rasa memaklumi akan ketidaktahuan, semua akan berakhir dan kembali timbul rasa kewalahan akan ekspektasi-ekspektasi yang dibuat oleh diri sendiri.

Gimana caranya untuk mereset ekspektasi, pada saat yang bersamaan tetap berjalan menuju mimpi? Gimana mau manifestasi kalau tidak punya ekspektasi akan hidup seperti apa yang mau dituju? Berhenti menaruh beban pada diri sendiri berujung kekecewaan karena merasa tidak cukup usahanya untuk menjadi lebih baik. Kadang mau merasa cukup tetapi masih ingin lebih.


***

Pagi sekarang ditemani duo om-om Dvet yang seru. Memberikan insight bagaimana caranya menyelami lautan kehidupan sambil dibumbui canda tawa. Kurang lebih setahun mendengar ocehan mereka rasanya seperti menjalani terapi. Jadi lebih mengerti cara meregulasi emosi, jadi punya contoh bagaimana menjadi orang dewasa yang baik. Jujur aja, selama ini gue selalu merasa punya impostor syndrome. Selalu merasa apa yang gue lakukan semua sifatnya performatif, cuma mencontoh perilaku orang yang "seharusnya", bukan ngelakuinnya dari hati. Makanya susah punya temen baru atau dekat sama orang karena selalu memasang personality sesuai personality orang tersebut, sering disebutnya mirroring, karena takut ditolak, takut dipikir aneh, takut gak disukai.

Setelah rajin dengerin siaran pagi om-om Dvet, gue merasa jadi punya arahan, jadi punya pemikiran untuk gapapa mikirin diri sendiri, jadi mikir untuk bersikap sesuai isi hati aja gausah dipaksain untuk nyenengin orang lain, orang lainnya juga belom tentu seneng kok. Gue juga merasa gue lebih pintar secara emosional di sisi, gue udah bisa menamai emosi yang gue rasakan jadi gue bisa cari solusinya untuk calm down, gak kebawa emosi itu terlalu tinggi terus capek sendiri. Mau itu emosi yang baik ataupun yang buruk. Jadi lebih tenang aja sih karena selama ini figur-figur yang gue harapkan untuk mengerti dan mencontohkan gue yang baik ternyata tidak bisa memberikan hal tersebut, jadi gue cari sendiri.

Gue juga jadi berpikir kalau gue is somewhere in the spectrum of neurodivergency tapi gatau harus kemana untuk mengassesnya and getting diagnosed. In the past gue pengen banget being diagnosed karena pengen dilihat not as capable, jadi kalau gue gak bisa achieve what people & society expect of me, gue bisa memaafkan diri gue sendiri. Tapi getting older, gue merasa being diagnosed and having professional validation gives me freedom of not knowing. Dan karena udah tau jadi bisa fokus menavigasi hidup sesuai cara gue melihat dunia.


Whew, I thought getting older akan semakin berkurang pikiran-pikiran mengenai diri sendirinya, ternyata malah lebih dalam. Well, at least I can understand my self better, no?

Comments

Popular Posts